Keterampilan Dasar Mengajar II

Posted on 12.40, under


Unit 8
Keterampilan dasar Mengajar II
1.    Standar Kompetensi
1.1     Mampu menjelaskan hakekat strategi pembelajran, disiplin kelas;
1.2     menjelaskan karakterisrtik pembelajaran di SD;
1.3     menjelaskan model-model pembelajaran;
1.4     menjelaskan prosedur pembelajaran;
1.5     menjelaskan kriteria pemilihan dan penggunaaan metode mengajar;
1.6     menjelaskan kriteria pemilihan media pembelajaran;
1.7     menjelaskan keterampilan dasar mengajar;
1.8     menerapkan keterampilan dasar mengajar;
1.9     menerapkan fungsi kegiatan remidial dan pengayaan;
1.10 menerapkan pengelolaan kelas;
1.11 menerapkan disiplin kelas; dan
1.12 menjelaskan pembelajaran yang efektif.
2.    Kompetensi Dasar
2.1     Menjelaskan hakekat dan faktor dalam keterampilan dasar mengajar;
2.2     menjelaskan jenis-jenis keterampilan mengajar;
2.3     menjelaskan hubungan pengalaman belajar dengan metode mengajar;
3.    Indikator
3.1     Menjelaskan hakekat keterampilan variasi stimulus;
3.2     memahami tujuan mengadakan variasi stimulus;
3.3     menjelaskan Prinsip-Prinsip Penggunaan Variasi Stimulus dalam Pembelajaran
3.4     memahami Pengertian Keterampilan Bertanya Dasar
3.5     menjelaskan Tujuan, Tipe dan Syarat-syarat Bertanya
3.6     menjelaskan Komponen Keterampilan Bertanya
3.7     memahami Tujuan dan Manfaat Bertanya Dasar
3.8     menjelaskan Penggolongan Pertanyaan Lanjut
3.9     memahami Prinsip Penggunaan Bertanya Lanjut
3.10  memahami Komponen-komponen Keterampilan Bertanya Lanjut
4.    Materi Pembelajaran
4.1     Pengantar
Dalam praktek pengajaran, keboanan merupakan masalah yang selalu terjadi dan setiap orang tentu berusaha bagaimana mengatasinya. Kebosanan biasanya terjadi apabila seseorang selalu melihat, mendengar, merasakan atau mengalami peristiwa yang sama secara berulang-ulang dan terus menerus (rutin). Dalam pembelajaran upaya memunculkan cara atau stimulus yang berbeda itu disebut dengan keterampilan mengadakan “stimulus yang bervariasi”. Melalui kegiatan pembelajaran yang dikembangkan secara bervariasi diharapkan dapat lebih meningkatkan apresiasi siswa utnuk belajar secara lebih aktif sehingga berdampak pada peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Secara umum bentuk variasi dalam pembelajaran dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk yaitu, variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam penggunaan alat dan media pengajaran, dan variasi dalam pola interaksi pembelajaran.
B.    Pengertian
1.    Pengertian Keterampilan Variasi Stimulus
Menurut Montessori bahwa anak memiliki masa peka terhadap stimulus yang diterima melalui panca inderanya. Dengan demikian panca indera yang dimiliki anak merupakan pintu untuk masuknya informasi. Semakin banyak dan bervariasi informasi yang ditangkap melalui panca indera yang dimilikinya, maka akan semakin banyak dan beragam pula informasi yang diperolehnya.  Jadi variasi stimulus adalah keragaman stimulus yang diberikan, sehingga memungkinkan siswa merespon melelui alat indera yang dimilikinya. Melalui pemberian stimulus yang bervariasi, selain akan memperkaya informasi yang diperoleh siswa, juga akan menjadikan proses pembelajaran dapat berjalan secara dinamis dan tidak membosankan.
2.    Tujuan Mengadakan Variasi Stimulus
Melalui variasi stimulus dalam pembelajaran antara lain bertujuan:
a.    Terciptanya proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa.
b.    Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan sebagai akibat dari kegiatan yang bersifat rutinitas.
c.    Meningkatkan perhatian dan motivasi siswa.
d.   Mengembangkan sifat keingintahuan siswa terhadap hal-hal yang baru.
e.   Menyesuaikan model pembelajaran dengan cara belajar siswa yang berbeda-beda.
f.    Meningkatkan kadar aktivitas belajar siswa.
3.    Unsur-unsur Keterampilan Variasi Stimulus
Unsur-unsur pokok yang bisa ditempuh untuk mengembangkan variasi stimulus dalam pembelajaran, secara garis besar dikelompokkan kedalam lima jenis yaitu:
a.    Variasi dalam gaya mengajar
b.    Variasi dalam pola interaksi pembelajaran
c.    Variasi dalam penggunaan media pembelajaran
d.    Variasi dalam penggunaan metode pembelajaran
e.    Veriasi dalam penggunaan sumber pembelajaran

C.    Prinsip-Prinsip Penggunaan Variasi Stimulus dalam Pembelajaran
Dalam menerapkan variasi pembelajaran bukan hanya beraneka ragamnya jenis-jenis stimulus pembelajaran yang dikembangkan, melainkan ditentukan pula oleh faktor kualitasnya. Oleh karena itu agar penerapan variasi bisa mencapai sasaran pembelajaran secara efektif, maka beberapa prinsip berikut ini harus menjadi pertimbangan yaitu:
a.    Bertujuan
b.    Fleksibel
c.    Kelancaran dan berkisinambungan
d.    Kewajaran atau tidak dibuat-buat
e.    Pengelolaan yang matang




    KETERAMPILAN BERTANYA DASAR
A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari bertanya adalah kegiatan yang tidak pernah terlewatkan, dilakukan oleh setiap orang tanpa mengenal batas usia, dan dilakukan dimana saja ketika si penanya menginginkan informasi terhadap sesuatu yang tidak diketahuinya.  
Pertanyaan yang diajukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya dilakukan sekedar untuk memperoleh informasi mengenai sesuatu yang ingin diketahuinya. Keterampilan bertanya sangat penting dikuasi oleh calon guru dan para guru, keterampilan bertanya merupakan kunci untuk meningkatkan mutu dan kebermaknaan pembelajaran. Dengan demikian setiap guru harus terampil dalam mengembangkan pertanyaan,
B.    Pengertian Keterampilan Bertanya Dasar
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia “bertanya” berasal dari kata “tanya” yang berarti antara lain permintaan keterangan. Sedangkan kata “terampil” memiliki arti “cakap dalam menyelesaikan tugas atau mampu dan cekatan”. Dengan demikian keterampilan bertanya secara sederhana dapat dirumuskan adalah kecakapan atau kemampuan sesorang dalam menerima keterangan atau penjelasan dari orang lain, atau pihak yang menjadi lawan bicara. Salah satu bentuk konkrit dari sesorang yang memiliki keterampilan mengembangkan pertanyaan yaitu akan menlahirkan pertanyaan-pertanyaan yang cukup baik. Dengan pertanyaan yang baik akan dapat menggali wawasan atau pengetahuan serta kemampuan berpikir pihak yang ditanya. Pertanyaan adalah alat ukur untuk mendapatkan jawaban atau respon dari sesorang. Pengertian itu menunjukkan betapa pentingnya sebuah rumusan pertanyaan karena merupakan kunci untuk mendapatkan respon yang sesuai harapan dari pihak yang bertanya.  Keterampilan bertanya dasar merupakan pertanyaan pertama dan pembuka.  Jadi merupakan kunci awal untuk menggali informasi atau meminta penjelasan sebelum melanjutkan komunikasi atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. Dengan demikian bertanya dasar adalah pertanyaan pokok atau dasar yang berfungsi sebagai stimulus untuk merangsang munculnya jawaban atau respon dari siswa.
C.    Tujuan, Tipe dan Syarat-syarat Bertanya
1.    Tujuan
Secara terperinci tujuan pertanyaan yang dikemukakan oleh Turney (1979) dalam Siti Julaeha diidentifikasi dalam beberapa aspek berikut:
a.    Membangkitkan minat dan keingintahuan siswa tentang suatu topik.
b.    Memusatkan perhatian pada masalah tertentu.
c.    Menggalakan penerapan belajar aktif.
d.    Merangsang siswa mengajukan pertanyaan sendiri.
e.    Menstrukturkan tugas-tugas hingga kegiatan belajar dapat berlangsung secara meksimal.
f.    Mendiagnosis kesulitan belajar siswa.
g.    Mengkomunikan dan merealisasikan bahwa semua siswa harus terlibat secara aktif daalam pembelajaran.
h.    Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mendemonstrasikan pemahamannya tentang informasi yang diberikan .
i.    Melibatkan siswa dalam memanfaatkan kesimpulan yang dapat mendorongmengembangkan proses berpikir.
j.    Mengembangkan kebiasaan menanggapi pertanyaan teman atau pertanyaan guru.
k.    Memberi kesempatan untuk belajar diskusi.
l.    Menyatakan perasaan pikiran yang murni kepada siswa.
2.    Tipe Pertanyaan
Tipe atau bentuk pertanyaan sangat beragam, pengguanaan setiap bentuk pertanyaan tergantung pada tujuan yang diharapkan. Jika diidentifikasi paling tidak ada 6 tipe pertanyaan, yaitu:
a.    Pertanyaan yang menuntut fakta-fakta.
b.    Pertanyaan yang menuntut kemampuan membandingkan.
c.    Pertanyaan yang menuntut kemampuan analisis.
d.    Pertanyaan yang menuntut kemampuan memperkirakan (judgment).
e.    Pertanyaan yang menuntut pengorganisasian.
f.    Pertanyaan yang tidak perlu dikemukakan jawabannya.
3.    Syarat-syarat Pertanyaan
Agar pertanyaan mendapatkan respon yang baik sesuai dengan apa yang diharapkan, maka ketika menyampaikan pertanyaan untuk tipe atau bentuk pertanyaan manapun hendaknya memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut.
a.    Pertanyaan disampaikan dengan menggunakan kalimat atau bahasa yang mudah ditangkap oleh pihak yang ditanya.
b.    Pertanyaan dijukan secara klasikal, berikan waktu untuk berpikir kemudian baru ditunjuk salah seorang yang diminta untuk menjawabnya.
c.    Beri kesempatan secara adil dan merata kepada setiap siswa untuk mendapatkan pertanyaan.
d.    Penunujukkan siswa yang diminta jawaban tidak dilakukan secara berurutan atau sistematis, akan tetapi harus diusahakan secara acak agar setiap siswa memusatkan perhatian dan memiliki kesiapan untuk menjawab (belajar).
D.    Komponen Keterampilan Bertanya
Komponen-komponen keterampilan membaca:
a.    Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat.
b.    Pemberian acuan.
c.    Pemusatan.
d.    Pemindahan giliran.
e.    Penyebaran.
f.    Pemberian waktu berpikir.
g.    Pemberian tuntunan.
E.    Prinsip-prinsip Keterampilan Bertanya Dasar
Prinsip-prinsip pokok yang harus diperhatikan oleh para guru dan  calon guru dalam menggunakan keterampilan bertanya antara lain:
a.    Kehangatan dan keantusiasan.
b.    Memberikan waktu berpikir.
Mengulangi pertanyaan sendiri
Mengulangi jawaban siswa.
Menjawab pertanyaan sendiri.
Mengajukan pertanyaan yang memancing jawaban sejenak.
Mengajukan pertanyaan ganda.
Menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan.

    KETERAMPILAN BERTANYA LANJUT
A.    Latar Belakang
Dalam setiap kegiatan pembelajaran, disadari atau tidak kegiatan bertanya selalu dilakukan. Penggunaan pendekatan, metode, strategi atau teknik pembelajaran apapun “bertanya” selalu ada. Tujuannya bermacam-macam, dari mulai hanya sekedar meminta informasi, klarifikasi, penjelasan atau harapan mendapatkan jawaban yang lebih luas atau mendalam lagi.
B.    Pengertian
Pertanyaan lanjut adalah kelanjutan dari pertanyaan pertama (dasar) yaitu untuk mengorek atau mengungkap kemampuan berfikir yang lebih dalam, analisis, dan komprehensif dari pihak yang diberi pertanyaan (siswa). Keterampilan bertanya lanjut lebih mngutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir, memperbesar partisipasi dan mendorong lawan bicara agar lebih aktif dan kritis mengembangkan kemampuan berpikirnya.  Melalui bertanya lanjut setiap siswa dirangsang untuk aktif berpikir, melakukan berbagai aktivitasbelajar, sehingga proses dan hasil pembelajaran akan lebih dinamis dan berkualitas.oleh karena itu untuk setiap calon guru dan para guru, keterampilan bertanya baik dasar maupun bertanya lanjut harus dilatih dan dikembangkan sehingga akan menjadi kaya kekuatan untuk menunjang kemampuan sebagai tenaga yang lebih profesional.
C.    Tujuan dan Manfaat Bertanya Dasar
Tujuan dan bertanya lanjut dimaksudkan untuk memungkinkan siswa dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengatasi masalah, atau mengembangkan kemauan berpikir secara lebih tajam, analitis dan komprehensif. Secara spesifik tujuan dan manfaat bertanya lanjut adalah:
a.    Mengembangkan kemampuan berpikir siswa untuk menemukan, mengorganisasi, atau menilai atas informasi yang diperoleh.
b.    Meningkatkan kemampuan siswa dalam membentuk dan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang didasarkan informasi yang lebih lengkap dan relevan.
c.    Mendorong siswa untuk mengembangkan dan memunculkan ide-ide yang lebih kreatif dan inovatif.
d.    Memberikan kesempatan untuk melakukan proses pembelajaran kepada hal-hal yang lebih analitis, rumit dan kompleks.
D.    Penggolongan Pertanyaan Lanjut
Berdasarkan taksonomi dari Bloom, pertanyaan dapat digolongkan kedalam enam kelompok atau jenis, yaitu:
a.    Pertanyaan ingatan (knowledge)
b.    Pertanyaan pemahaman (comprehension)
c.    Pertanyaan penerapan (aplication)
d.    Pertanyaan analisis (analysis)
e.    Pertanyaan sintesis (sintesis)
f.    Pertanyaan evaluasi (evaluation)
E.    Prinsip Penggunaan Bertanya Lanjut
Prinsip-prinsip yang berlaku pada keterampilan bertanya dasar berlaku pula sebagai prinsip bertanya lanjut. Prinsip-prinsip tersebut yaitu  antara lain: kehangatan, keantusiasan, menghindari mengulangi pertanyaan sendiri, mengulangi jawaban siswa, menjawab pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan ganda, dan pertanyaan yang memancing jawaban serentak.
F.    Komponen-komponen Keterampilan Bertanya Lanjut
a.    Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan.
b.    Pengaturan urutan pertanyaan.
c.    Penggunaan pertanyaan pelacak
Meminta klarifikasi
Meminta siswa memberikan alasan
Meminta kesepakatan pandangan
Meminta ketepatan jawaban
Meminta jawaban yang lebih relevan
Meminta contoh   
Meminta jawaban yang lebih kompleks
d.    Peningkatan terjadinya interaksi


















DAFTAR PUSTAKA

E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

Melvin L. Silberman, Active Learning, terj. Muqowim dkk., Yogyakarta: Yappendis, 2005.

Oemar Hamalik, Media Pendidikan, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1989.

Suwarna dkk., Pengajaran Mikro, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006

edit post

0 Reply to "Keterampilan Dasar Mengajar II"

  • Poskan Komentar