Pengertian Seni

Posted on 12.22, under


       1.Fungsi Seni
A.    Seni sebagai media ekspresi
Seni digunakan oleh manusia sebagai pencurahan pikiran ,gagasan dan emosi dari seseorang tersebut yang dituangkan ke dalam media seni.Fungsi ini dipenuhi melalui seni murni, baik dari senimannya maupun dari pengamat atau konsumennya. Contoh: lukisan, patung, film dan sebagainya.Pengaplikasiaan dalam kegiatan pembelajaran di SD digunakan sebagai pengungkapan bebas misalnya dengan memberikan tugas menggambar bebas. Fungsi pendidikan seni bagi anak adalah sebagai media ekspresi, komunikasi, bermain, pengembangan bakat dan kreativitas. Pendidikan seni dapat digunakan sebagai sarana penyaluran pengungkapan perasaan yang dihadapi anak, menyedihkan atau menyenangkan, kemarahan, ketakjuban dan sebagainya. Maka pendidikan seni memiliki fungsi sebagai media berekspresi.
B.     Seni sebagai media kreatifitas
Tujuan pendidikan seni bukan untuk membina anak-anak menjadi peseni/seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pembelajaran seni khususnya yang berkaitan dengan praktik berkesenian dapat digunakan sebagai alat pendidikan. Melalui permainan dalam pendidikan seni anak memiliki keleluasaan untuk mengembangkan kreativitasnya. Beberapa aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam pendidikan seni antara lain kesungguhan, kepekaan, daya produksi, kesadaran berkelompok, dan daya cipta.
Pendidikan seni adalah segala usaha untuk meningkatkan kemampuan kreatif ekspresif anak didik dalam mewujudkan kegiatan artistiknya berdasrkan aturan-aturan estetika tertentu. selain itu, pendidikan seni bertujuan menciptakan cipta rasa keindahan dan kemampuan mengolah menghargai seni. Jadi melalui seni, kemampuan cipta, rasa dan karsa anak di olah dan dikembangkan.
C.     Seni sebagai media komunikasi
Pendidikan seni dapat digunakan oleh anak untuk menceriterakan kepada orang lain pengalaman-pengalaman yang telah dimiliki. Anak dapat berkomunikasi dengan orang lain melalui karyanya. Oleh karena itu pendidikan seni memiliki fungsi sebagai media komunikasi misalnya anak di suruh membuat puisi,lagu maupun pemandangan alam dari pengalaman liburannya
D.    Seni sebagai mengembangkan bakat
Setiap anak memiliki potensi atau bakat alamiah baik yang bersifat umum atau khusus di bidang seni berbeda-beda proporsinya. Pendidikan seni dapat digunakan dalam rangka pemupukan dan pengembangan bakat melalui berbagai aktivitas seni: menggambar, menyanyi, atau menari yang secara alamiah dimiliki oleh anak. Pendidikan seni dapat digunakan untuk mengarahkan dan mengembangkan dalam hal penemuan baru (inovatif), menghargai perbe-daan karya orang lain. Pribadi anak yang berbakat dapat digunakan pendidikan seni sebagai wahananya, oleh karena itu pendidikan seni oleh para ahli dinyatakan sebagai bentuk kegiatan pendidikan yang paling efektif bagi pengembangan bakat dan  kreativitas anak.

2. Jenis dan karateristik Karya seni rupa
            A.  Melukis
Salah satu kebahagiaan terbesar dari pelukis bukan hanya kesenangan tetapi juga mendapatkan berbagai banyak pengalaman dengan anak-anak selagi mereka belajar melukis. Pelajaran melukis dapat diawali oleh anak yang berusia 4-6 tahun atau usia TK. Media yang digunakan untuk melukis pada anak usia dini biasanya cat air, cat minyak, finger painting, dan lain-lain.
Dalam pembelajaran melukis anak-anak biasanya belajar sambil bercakap-cakap dengan temannya. Percakapan pertama mereka kebanyakan adalah tentang warna-warna yang mereka peroleh. Sambil bereksperimen dengan mencampurkan warna-warna, anak-anak itu bermain, bermain elemen seni ini dengan cara yang santai. Hal ini menjaga agar kuas dan semangat mereka tetap bekerja. Ini akan membuat mereka mengekspresikan sesuatu yang bersifat pribadi dalam lukisan.Berbeda dengan anak usia 7 dan 8 tahun, cirikhas kelompok umur mereka adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubu-ngan dengan hidup mereka sendiri. Anak-anak membuat lukisan tentang suasana hati, baik yang muram, sendu atau bersemangat dan lucu. Biasanya suasana hati mereka disampaikan oleh warna. Mereka belajar bagaimana warna pelengkap dan sejalan dapat membantu mengungkapkanide-ide.

B.  Gambar ilustrasi
Pengertian gambar ilustrasi Gambar ilustrasi merupakan karya seni rupa 2 dimensi yang bertujuan memperjelas suatu pengertian.Gambar ilustrasi yang baik harus dapat menggambarkan dengan jelas pesan/hal yang ingin disampaikan/dijelaskan.Sebelum menggambar, ketahuilah ragam ilustrasi yang hendak digambar. Tentukan coraknya dan media yang akan dipakai.Tahap pengerjaan gambar ilustrasi: mencari gagasan, membuat sketsa dan pewarnaan.Corak gambar ilustrasi adalah: Realis, Karikatural dan dekoratif.Realis adalah gambar dibuat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, baik proporsi maupun anatomi dibuat sama menyerupai dengan objek yang digambar.Karikatural dibagi 2 yaitu: Karikatur dan Kartun.Karikatur berasal dari bahasa Italia yaitu caricature yang berarti melebih-lebihkan atau menubah bentuk (deformasi). Gambar karikatur hamper sama dengan gambar kartun tetapi menampilkan objek seseorang dengan karakter yang aneh dan lucu. Pada umumnya penggambaran ditonjolkan pada bagian kepala dengan tidak meninggalkan karakter tokoh yang digambar. Biasanya gambar karikatur mengandung sindiran dan kritikan. Tokoh karikatur Indonesia diantaranya: Sibarani, T.Sutanto, Pramono, GM Sidharta dan Alex Dinuth.Kartun adalah gambar yang berfungsi untuk menghibur, karena berisikan humor, gambar kartun dapat berupa gambar tokoh binatang atau manusia.Yang terkenal dengan bapak kartun moderen adalah William Hogart dari inggris (1697-1764), sedangkan kartunis Indonesia diantaranya: Hari Pede, Gunawan Raharjo, Itos Budi Santoso dan sebagainya.
C.  Gambar bentuk
Gambar bentuk merupakan gagasan bentuk yang diwujudkan diatas bidang gambar melalui kemahiran tangan dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang dibuat dengan memperhatikan ketepatan bentuk dan perspektif, proporsi serta komposisi sehingga menghasilkan karya yang indah Ragam Bentuk Bentuk benda dapat dibedakan antara geometris dan nongeometris. Bentuk geometris merupakan bentuk beraturan dan bentuk dasar benda, sedangkan bentuk non geometris merupakan bentuk yang tidak beraturan. Bentuk juga dapat dibedakan menjadi 3 bentuk yakni bentuk kubistis, silindris, dan bebas. Bentuk Kubistis merupakan bentuk benda-benda yang menyerupai kubus, contoh: lemari Bentuk Silindris merupakan bentuk dasarnya menyerupai bulat, contoh: gelas Bentuk Bebas merupakan benda yang bentuknya tidak beraturan, contoh: sayuran  Prinsip Menggambar BentukPerspektif merupakan kaidah yang penting dalam menggambar bentuk atau melukis corak realis dan karenanya harus dipatuhi  Proporsi merupakan perbandingan bagian per bagian dan keseluruhan ,Komposisi dalam menggambar bentuk diartikan sebagai susunan atau letak objek gambar ,Gelap Terang  merupakan hak yang harus diperhatikan agar menggambar bentuk terlihat realis atau seperti tiga dimensi ,Bayang-Bayang merupakan benda yang terkena sinar, yang dibagi menjadi 3. Bayang-bayang awak, bayang-bayang langkah, bayang-bayang sendiri

D.relief
seni relief adalah gambar atau lukosan yang ditampilkan dalam bentuk 3 dimensi ( tri marta) seni pahat dan ukiran 3-dimensi yang biasanya dibuat di atas batu. Bentuk ukiran ini biasanya dijumpai pada bangunan candi, kuil, monumen dan tempat bersejarah kuno. Di Indonesia, relief pada dinding candi Borobudur merupakan salah satu contoh yang dipakai untuk menggambarkan kehidupan sang Buddha dan ajaran-ajarannya atau  di atas bidang yang dua dimensi (dwi marta) bidang datar ini umumnya berupa tugu peringatan dalam penciptaanya  relief bentuknya bermacam-macam ,ada beberapa istilah dalam hal ini
a.    Bas relief , yaitu bila bagian yang timbul kurang dari setengah tebalnya
b.    Hant relief , yaiyu bila bagian yang timbul lebih dari setengah tebalnya
c.    Demi relief , yaitu bila bagian yang timbul tepat setengah tebalnya
 Di Eropa, ukiran pada kuil kuno Parthenon juga masih bisa dilihat sampai sekarang sebagai peninggalan sejarah Yunani.
Relief ini bisa merupakan ukiran yang berdiri sendiri, maupun sebagai bagian dari panel relief yang lain, membentuk suatu seri cerita atau ajaran. Pada Candi Borobudur sendiri misalkan ada lebih dari 1400 panel relief ini yang dipakai untuk menceritakan semua ajaran sang Buddha Gautama.
E.     Grafik
Grafik adalah jenis karya seni rupa yang hampir mirip dengan menggambar atau melukis objek dituangkan biasanya dari pemandangan dan tulisan dengan media seni menggunakan kain maupun kanvas dengan pewarna cat bahkan biasanya menggunakan alat compresor untuk proses pewarnaannya
F.      Patung
Patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi. Kamus Besar Indonesia bertuliskan bahwa, patung adalah benda tiruan bentuk manusia dan binatang yang cara pembuatanya dipahat pengertian ini didasarkan terjemahan dari bahasa inggris SCULPTURE, karena pematung jaman dahulu menggunakan tehnik pahat.Seni patung disebut juga plasticart atau seni plastic, mudah dibentuk sesuka hati. Seni patung bisa di artikan sebagai seni bentuk (bentuk-bentuk yang memiliki keindahan) Seni patung pada zaman dahulu di buat untuk kepentingan keagamaan, pada jaman hindu dan budha, patung di buat untuk menghormati dewa atau orang yang di jadikan teladan. Pada perkembangan selanjutnya patung di buat untuk monument/ peringatan suatu peristiwa besar pada suatu bangsa, kelompok atau perorangan.
Pada jaman sekarang seni patung sering di ciptakan untuk hiasan penciptanya lebih bebas dan bervariasi dan seni patung itu di ciptakan untuk dinikmati nilai keindahan bentuknya.
Secara umum berdasarkan pembutanya fungsi seni patung ada 6 macam yaitu :
·         Patung religi, untuk sarana beri badah,bermakna relijius.
·          Patung monument, untuk peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan.
·         Patung arsitektur, patung yang ikut aktif berfungsi dalam kontruksi bangunan.
·         Patung dekonasi, untuk menghias bangunan atau lingkungan taman.
·         Patung seni, patung seni untuk di nikmati keindahan bentuknya.
·         Patung kerajinan, hasil dari para pengrajin.
Penampilan karya patung bermacam-macam jenisnya, hal ini dapat kita saksikan dirumah, di taman atau di museum. Jenis karya patung dapat di bedakan menjadi 3 yaitu : Patung dada Yang dimaksud dengan patung dada adalah penampilan karya seni patung sebatas dada ke atas / bagian kepala saja. Patung ini sering disebut pula patung Baste.  Patung torso Istilah torso disebut juga badan. Patung torso adalah karya seni patung yang penampilannya hanya menampilkan bagian badan, dari dada, pinggang, dan panggul atau patung manusia yang tidak mempunyai kepala, tangan dan kaki.  Patung lengkap Penampilan karya patung ini lengkap, maksudnya terdiri dari seluruh anggota badan, mulai dari kepala sampai kaki.

G.    Menggambar
Kegiatan menggambar di SD dapat diterapkan dalam berbagai cara dari mulai pembuatan shet,pengembangan shet,menjadikan karya karya lukis atau gambar ,menggambar dengan skema,memindahkan gambar denagan bantuan kisi-kisi,dan menggambar ekspresi dengan cara memberikan gambaran kepada siswa bagaimana seorang maestro menggarap karya mereka dari awal sampai akhir.
Kegiatan coret mencoret adalah bagian dari perkembangan motorik anak dan anak sangat menyenangi kegiatan ini, sehingga dengan dorongan guru dan kesempatan yang diberikan anak akan termotivasi membuat gambar.
Kegiatan menggambar merupakan salah satu cara manusia mengekspresikan pikiran-pikiran atau perasaan-perasaanya. Dengan kata lain, gambar merupakan salah satu cara manusia mengekspersikan pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya. Dengan kata lain, gambar merupakan salah satu bentuk bahasa.Ada 3 tahap perkembangan anak yang dapat dilihat berdasarkan hasil gambar dan cara anak menggambar: Pertama, tahap mencoret sembarangan. Tahap ini biasanya terjadi pada usia 2-3 tahun. Pada tahap ini anak belum bisa mengendalikan aktivitas motoriknya sehingga coretan yang dibuat masih berupa goresan-goresan tidak menentu seperti benang kusut.Tahap kedua, juga pada usia 2-3 tahun, adalah tahap mencoret terkendali. Pada tahap ini anak mulai menyadari adanya hubungan antara gerakan tangan dengan hasil goresannya. Maka berubahlah goresan menjadi garis panjang, kemudian lingkaran-lingkaran.
Tahap ketiga, pada anak usia 3 ½ – 4 tahun, pergelangan tangan anak sudah lebih luwes. Mereka sudah mahir menguasai gerakan tangan sehingga hasil goresannyapun sudah lebihTujuan menggambar bagi anak:
      1. Mengembangkan kebiasaan pada anak untuk mengekspresikan diri
      2. Mengembangkan daya kreativitas
      3. Mengembangkan kemampuan berbahasa
      4. Mengembangkan citra diri anak

edit post

0 Reply to "Pengertian Seni"

  • Poskan Komentar