Pembelajaran Yang Efektif

Posted on 12.50, under


Unit 12 
Pembelajaran Yang Efektif
1.    Standar Kompetensi
1.1        Mampu menjelaskan hakekat strategi pembelajaran, disiplin kelas;
1.2     Menjelaskan karakteristik pembelajaran di SD;
1.3     Menjelaskan model-model pembelajaran;
1.4     Menjelaskan prosedur pembelajaran;
1.5     Menjelaskan kriteria pemilihan dan penggunaan metode mengajar;
1.6     Menjelaskan kriteria pemilihan media pembelajaran;
1.7     Menjelaskan keterampilan dasar mengajar;
1.8     Menerapkan keterampilan dasar mengajar;
1.9     Menerapkan fungsi kegiatan remidial dan pengayaan;
1.10 Menerapkan pengelolaan kelas;
1.11 Menerapkan disiplin kelas; dan
1.12 Menjelaskan pembelajaran yang efektif.

2.    Kompetensi Dasar
2.1     Menjelaskan Menjelaskan  perencanaan pembelajaran yang efektif dan pembelajaran yang efektif

3.    Indikator
3.1  Menjelaskan perencanaan, komponen, prinsip, prosedur
3.2  Menyusun perencanaan pembelajaran, factor yang berkaitan dengan pembelajaran
3.3  Menjelaskan kharakeristik guru efektif
3.4  Menjelaskan pendekatan pembelajaran yang efektif

4.    Materi Pembahasan
A.              Pengertian Perencanaan, Komponen, Prinsip, Prosedur
Menurut William H. Newman (Majid, 2007: 15), perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan berisi rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan tentang tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Secara luas, Tjokroamidjoyo menegaskan bahwa perencanaan mencakup tiga pengertian sebagai berikut:
1.   Suatu proses persiapan sistematik mengenai kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
2.   Suatu cara untuk mencapai tujuan sebaik-baiknya dengan sumber yang ada secara efisien dan efektif.
3.   Penentuan tujuan yang akan dicapai atau yang akan dilakukan, bagaimana, bilamana, dan oleh siapa. (Haryanto, 2000:4)
Komponen pembelajaran adalah kumpulan dari beberapa item yang saling berhubungan satu sama lain yang merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar. Didalam pembelajaran, terdapat komponen-komponen yang berkaitan dengan proses pembelajaran, yaitu :
1.   Kurikulum
Secara etimologis, kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani, curir yang artinya “pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu” yaitu suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelajar dari garis start sampai garis finish. Secara terminologis, istilah kurikulum mengandung arti sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai suatu tingkatan atau ijazah. Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya berupa mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan-kegiatan belajar siswa saja, tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Misalnya fasilitas kampus, lingkungan yang aman, suasana keakraban dalam proses belajar mengajar, media dan sumber-sumber belajar yang memadai.
Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat.

2.   Guru
Kata Guru berasal dari bahasa Sansekerta guru” yang juga berarti guru, tetapi arti harfiahnya adalah “berat” yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Di dalam masyarakat, dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju, guru memegang peranan penting. Guru merupakan satu diantara pembentuk-pembentuk utama calon warga masyarakat. Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar (penyampai ilmu pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing, pengembang, dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3.   Siswa
Siswa atau murid biasanya digunakan untuk seseorang yang mengikuti suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, dibawah bimbingan seorang atau beberapa guru. Dalam konteks keagamaan murid digunakan sebagai sebutan bagi seseorang yang mengikuti bimbingan seorang tokoh bijaksana. Meskipun demikian, siswa jangan selalu dianggap sebagai objek belajar yang tidak tahu apa-apa. Ia memiliki latar belakang, minat, dan kebutuhan serta kemampuan yang berbeda. Bagi siswa, sebagai dampak pengiring (nurturent effect) berupa terapan pengetahuan dan atau kemampuan di bidang lain sebagai suatu transfer belajar yang akan membantu perkembangan mereka mencapai keutuhan dan kemandirian.
4.   Metode
Metode pembelajaran adalah cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses belajar-mengajar agar berjalan dengan baik, metode-metode tersebut antara lain:
a.    Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.

b.   Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu metode dimana guru menggunakan atau memberi pertanyaan kepada murid dan murid menjawab, atau sebaliknya murid bertanya pada guru dan guru menjawab pertanyaan murid tersebut.
c.    Metode Diskusi
Metode diskusi dapat diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis.
d.   Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
e.    Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode atau cara dimana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi.
5.   Materi
Materi juga merupakan salah satu faktor penentu keterlibatan siswa. Adapun karakteristik dari materi yang bagus menurut Hutchinson dan Waters adalah:
1.      Adanya teks yang menarik.
2.      Adanya kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan serta meliputi kemampuan berpikir siswa.
3.      Memberi kesempatan siswa untuk menggunakan pengetahuan dan ketrampilan yang sudah mereka miliki.
4.      Materi yang dikuasai baik oleh siswa maupun guru.
Dalam kegiatan belajar, materi harus didesain sedemikian rupa, sehingga cocok untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan komponen-komponen yang lain, terutama komponen anak didik yang merupakan sentral. Pemilihan materi harus benar-benar dapat memberikan kecakapan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.
6.   Alat Pembelajaran (Media)
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media pembelajaran adalah perangkat lunak (software) atau perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai alat belajar atau alat bantu belajar.
7.   Evaluasi
Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “evaluation”. Menurut Wand dan Brown, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa, guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar.

Dimensi-Dimensi/Prinsip Perencanaan Pembelajaran:
1. Signifikansi
Perencanaan pembelajaran harus memperhatikan signifikansi dan kegunaan sosial dari tujuan pendidikan yang diajukan. Signifikansi dapat ditentukan berdasarkan kriteria yang dibangun dalam proses perencanaan.

2. Relevansi
Perencanaan pembelajaran memungkinkan penyelesaian persoalan secara lebih spesifik atau waktu yang tepat agar dapat dicapai tujuan spesifik secara optimal.
3. Adaptif
Perencanaan pembelajaran bersifat dinamis sehingga perlu mencari umpan balik (feedback). Penggunaan berbagai proses memungkinkan perencanaan pembelajaran yang fleksibel, adaptatif, realistis, yakni dapat dirancang untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.
4. Feasibilitas
Feasibilitas artinya perencanaan terkait dengan teknik dan estimasi biaya dalam pertimbangan yang realistik.
5. Kepastian atau defenitivenes
Sekalipun perlu banyak alternatif yang disediakan dalam perencanaan pembelajaran, konsep kepastian yang dapat meminimumkan atau mengurangi kejadian-kejadian yang tidak diduga tetap perlu diutamakan.
6. Ketelitian atau psimoniusness
Prinsip seharusnya mendapat perhatian yang sangat besar agar perencanaan pembelajaran disusun dalam bentuk yang sederhana dan sensitif terhadap kaitan-kaitan antara komponen pembelajaran.
7. Waktu
Perencanaan pembelajaran hendaknya dapat memprediksi kebutuhan masa depan, dengan tetap memperhatikan dan bertumpu pada realitas kekinian.
8. Monitoring atau pemantauan
Merupakan proses dan prosedur untuk mengetahui apakah komponen yang ada berjalan sebagaimana mestinya. Dengan monitoring, hambatan atau kendala dalam implementasi pelaksanaan akan cepat diketahui, solusi pun dapat lebih mudah ditemukan, dan pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara efektif.
9. Isi perencanaan
Isi perencanaan merujuk pada hal-hal yang akan direncanakan. Dengan demikian, perencanaan pengajaran perlu memuat hal-hal sebagai berikut:
a)    Tujuan apa yang diinginkan
b)    Program dan layanan
c)    Tenaga manusia
d)    Keuangan
e)    Bangunan fisik
f)    Struktur organisasi
g)    Kontek sosial

B.       Faktor-faktor yang berkaitan dengan pembelajaran
1.      Isi pelajaran
Berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, aturan, dan konsep atau proses kreatif yang akan dipelajari.
2.      Bahan pelajaran
Berwujud tulisan, bentuk fisik atau stimuli visual yang digunakan pada pembelajaran.
3.      Strategi pembelajaran
Pemilihan berbagai strategi pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan isi pembelajaran merupakan perencanaan sentral guru.
4.      Perilaku guru
Guru melaksanakan berbagai kegiatan selama pembelajaran berlangsung dan membantu pelajar dalam kegiatan belajar seperti memimbing kelompok, menyajikan pelajaran secara jelas, membuka pelajaran dan membuat kesimpulan.
5.      Menstrukturkan pelajaran
Merupakan menyusun pelajaran berkaitan dengan kegiatan yang terjadi pada suatu saat tertentu selama proses pembelajaran.
6.      Lingkungan belajar
Ketika kegiatan pembelajaran dilaksanakan pertimbangkan jenis lingkungan belajar yang ingin diciptakan.
7.      Pelajar
Ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran pertimbangkan karakteristik pelajar tertentu yang ada di kelas. Pertimbangkan pula pengelompokan pelajar seperti kelompok kecil, kelompok keseluruhan dan kerja mandiri.
8.      Durasi pembelajaran
Dengan waktu yang tersedia guru dapat mengalokasikan waktu utuk melaksanakan berbagai kegiatan, dan menggunakan sumber-sumber untuk tujuan pembelajaran dan memelihara motivasi pelajar.
9.      Lokasi pembelajaran
Ketika merancang kegiatan pembelajaran, rencanakan di tempat mana pembelajaran itu akan berlangsung.

C.       Karakteristik Guru Yang Efektif
Keputusan perencanaan tentang kegiatan-kegiatan pembelajaran, dipengaruhi oleh karakteristik guru itu sendiri (neely&hansford,1985) yaitu:
1.      Banyaknya pengalaman mengajar guru akan mempengaruhi keputusan perencanaan. Pengalaman terdahulu membawa guru pada kesiapan mental yang lebih mantap.
2.      Filosofi belajar-mengajar akan mempengaruhi keputusan tentang perencanaan guru.
3.      Pengetahuan guru tentang isi pelajaran. Guru yang menguasai materi pembelajaran biasanya dapat merencanakan pembelajaran yang bervariasi dan fleksibel karena siap memanfaatkan dan menata informasi.
4.      Gaya guru dalam mengorganisasikan pembelajaran akan mempengaruhi keputusan perencanaan. Gaya ini tercermin dari kebutuhan guru untuk menyusun perencanaan rutin, dan gaya memecahkan masalah.
5.      Harapan-harapan menata kelas, baik untuk pelajar belajar maupun pelaksanaan pembelajaran oleh guru itu sendiri, juga mempengaruhi keputusan tentang perencanaan.
6.      Perasaan aman dan control pembelajaran memainkan peranan dalam proses perencanaan. Apabila guru merasa aman dalam semua segi pembelajaran, rencana pembelajaran cenderung kurang ketat. Namun apabila tidak begitu aman, guru cenderung untuk lebih terstruktur terencana lebih terperinci.
Rosanshine (1989) mengidentifikasi 6 hal tentang guru yang efektif sebagai berikut:
1.   Melakukan review harian
Untuk menentukan apakah pelajar telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan prasyarat yang diperlukan, guru yang efektif memulai pembelajaran dengan mereview materi yang lalu, mengoreksi pekerjaan rumah, dan mereview pengetahuan awal yang relevan dengan pembelajaran hari ini.
2.   Menyiapkan materi baru
Hasil riset menunjukkan bahwa guru yang efektif memerlukan waktu yang lebih banyak dalam menyajikan materi baru dan membimbing praktek, dibandingkan guru yang kurang efektif. Untuk memulai pelajaran, guru yang efektif berusaha menarik perhatian pelajar dengan menerangkan tujuan belajar yang ingin dicapai selama pembelajaran.
Setelah pengantar pembelajaran, guru efektif melanjutkan dengan mengajar satu pokok bahasan pada suatu waktu. Setiap pokok bahasan terdiri dari penyajian singkat dan contoh yang banyak. Contoh-contoh tersebut disajikan dengan pengalaman kongkrit atau pengetahuan yang mejadikan pelajar dapat memproses pengetahuan baru tersebut. Hal yang penting penyajian itu jelas dan singkat.
3.   Melakukan praktik terbimbing
Maksud praktik terbimbing adalah membimbing praktik keterampilan awal dan menyediakan penguatan yang perlu untuk kemajuan belajar baru, dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang.


4.   Menyediakan balikan dan koreksi
Selama praktik terbimbing, bagi guru sangat penting untuk menyediakan proses balikan kepada pelajar. Proses balikan dapat berupa memberikan penjelasan tambahan yang kadang-kadang diperlukan apabila pelajar benar. Tapi apabila pelajar membuat kesalahan, yang tepat adalah menyederhanakan pertanyaan kemudian menuntun (memberi petunjuk sedikit) kearah jawaban yang benar.
5.   Melaksanakan praktik mandiri
Setelah guru memberikan praktik terbimbing, sangat penting memberikan kesempatan kepada pelajar untuk praktik mandiri. Pratik mandiri berbeda dari praktik terbimbing, yaitu isyarat-isyarat yang diberikan oleh guru selama praktik terbimbing dihilangkan.
6.   Review mingguan dan bulanan
Guru dianjurkan untuk mereview pekerjaan seminggu yang lalu tiap hari sabtu dan pekerjaan sebulan yang lalu setiap sabtu keempat.

D.         Pendekatan pembelajaran yang efektif
Pendekatan pembelajaran yang efektif adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pelajar, yaitu meliputi :
1.      Belajar mandiri (integrated learning)
Dalam belajar mandiri pelajar mempersiapkan kelompok kecil menindaklanjuti beberapa bagian dari pelajaran dengan belajar sendiri.
a.    Prinsip-prinsip belajar mandiri:
1.   Pelajar belajar untuk dirinya sendiri.
2.   Pelajar mempunyai ukuran mengontrol atas kegiatan belajarnya sendiri.
3.   Pelajar memiliki tanggung jawab untuk menentukan konteks belajar, mendiagnosis kebutuhan belajar secara pribadi, mengidentifikasi sumber-sumber belajar dan menentukan waktu untuk belajar serta langkah belajar.
4.   Pelajar mungkin mengembangkan rencana kegiatan belajarnya sendiri.
5.   Kebutuhan individu yang berbeda dikenal dengan respons yang tepat, dibuat untuk kebutuhan khusus pelajar secara individual.
6.   Kegiatan belajar pelajar didukung, diperluas atau dikurangi dengan sumber-sumber belajar dan panduan belajar.
7.   Peranan pengajar berubah dari guru atau penyampai informasi ke pengelola proses belajar.



b.   Manfaat belajar mandiri
1.   Belajar aktif
Belajar mandiri apabila dirancang secara tepat, meningkatkan pendekatan yang lebih aktif dalam belajar.
2.   Kebutuhan individual pelajar
Adopsi pendekatan belajar mandiri meningkatkan kebutuhan tersebut untuk dikenal dan mengikuti keinginan pelajar dalam hal penguasaan materi, strategi belajar dan kemampuan belajar.
3.   Motivasi pelajar
Belajar mandiri menjadikan pelajar lebih bertanggung jawab pada kegiatan belajarnya dan berpartisipasi lebih besar dalam proses belajar.
4.   Peranan pengajar
Pengajar yang berperan sebagai pengelola kegiatan belajar diterima dengan baik dan konsisten dengan pendekatan belajar menadiri. Peran pengajar tersebut dapat dikembangkan ke arah hubungan yang baik dengan pelajar sehingga menimbulkan rasa percaya yang lebih besar antara pengajar dan pelajar.

2.      Pembelajaran terpadu
Pembelajaran terpadu diartilkan sebagai metode pengorganisasian isi pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara memadukan barbagai pelajaran untuk mempelajari suatu konsep tertentu.
Pendekatan pembelajaran terpadu membantu pelajar melalui:
a. Belajar aktif
b.Menilai diri sendiri
c. Individualitas
d.Belajar mandiri

Kelebihan pembelajaran terpadu:
1.      Memberikan gambaran hubungan antara pengetahuan
2.      Mempermudah belajar secara terpadu
3.      Memungkinkan kesatuan penyajian suatu problem
4.      Meminimalkan kontradiksi konsep-konsep
5.      Menghindari pengulangan data kurikulum
6.      Mempermudah kerjasama antar disiplin
7.      Memotivasi pelajar


Keterpaduan kurikulum dapat membantu pelajar dalam beberapa hal, yakni:
1.      Penguasaan perubahan pengetahuan
Keterpaduan memungkinkan kurikulum diorganisasikan sekitar konsep-konsep dan prinsip-prinsip kunci, serta meningkatkan taraf berpikir yang lebih tinggi.
2.      Menghadapi pengetahuan yang telah berlalu
Apabila pengetahuan menjadi kadaluawarsa, tidak merupakan struktur kognitif dasar yang dapat dikecam, tetapi isinya faktual.
3.      Memahami pengetahuan
Keterkaitan bidang pengetahuan yang berbeda dapat menjadi sukar bagi pembelajar dan secara tradisional diasumsikan dapat dilakukan dengan cara yang khusus.

3.      Belajar berbasis masalah (problem-based learning)
Belajar berbasis masalah (BBM) adalah belajar yang berpusat pada pelajar dan juga menggambarkan metode belajar inti atau suplemen pembelajaran. Prinsipnya sama dengan pembelajaran terpadu, namun masalah pembelajaran terpadu mendasarkan pada tema, sedangkan BBM berdasarkan masalah (pembelajaran dimulai dengan menampilkan masalah).
BBM merupakan proses alami yang secara potensial terbuka maka tim pengajar mempunyai kewajiban merancang masalah-masalah yang terstruktur dengan baik dan tujuan yang jelas.

E.       Penerapan pendekatan pembelajaran efektif
Pendekatan pembelajaran efektif, dapat diterapkan dengan cara:
1.      Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2.      Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3.      Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’.
4.      Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5.      Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.






















DAFTAR PUSTAKA

Anonim 2013. Pembelajaran yang efektif http://kabar-pendidikan.blogspot.com diakses pada tanggal 7 Maret 2013 pukul 19.07
Anonim 2013. Pembelajaran yang efektif http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2129621,pembelajaran diakses pada tanggal 7 Maret 2013 pukul 19.36
Anonim 2013. Strategi Pembelajaran http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/1/repository/dikti/Mata%20Kuliah%20Awal/Strategi%20Pembelajaran/BAC/strategi_pembelajaran_unit_8.pdf diakses pada tanggal 8 Maret pukul 06. 53
Anonim 2013. Strategi Pembelajaran http://sumut.kemenag.go.id/file/file/efektif/jndf1333447555.pdf diakses pada tanggal 8 Maret pada pukul 07.09

edit post

0 Reply to "Pembelajaran Yang Efektif"

  • Poskan Komentar